Ahmad Hanafi
Professional Facilitator & Trainer
Ahmad Hanafi merupakan pegiat keterbukaan informasi di parlemen yang berhasil mendorong DPR RI mendeklarasikan Open Parliament pada Agustus 2018. Open Parliament merupakan inisiatif global sejumlah parlemen di dunia untuk membangun keterbukaan dengan berkolaborasi bersama masyarakat sipil. Beberapa tulisan terkait keterbukaan di parlemen antara lain: Menakar Ulang Makna Parlemen Modern (Majalah Parlementaria DPR RI, Agustus 2017. Klik; Review Aktivasi Brand DPR RI 2017. Memproporsionalkan program dan Representasi (Majalah Parlementaria DPR RI, Desember 2017. Klik; e-Parliament (IPC, 2021).
Saat ini, Hanafi dipercaya menjadi Direktur Indonesian Parliamentary Center (IPC). IPC menginisiasi sebuah tools untuk mengukur kinerja legislasi, salah satunya pada aspek keterbukaan. Tools ini disebut dengan Indeks Kinerja Legislasi (IKL) yang dilaunching pada tahun 2021. IPC juga mengelola openparliament.id, sebuah website yang menyajikan data hasil olahan dari pemantauan legislasi parlemen. Web ini juga menyajikan kontak 575 anggota (media sosial, email, telp kantor) untuk memperkuat keterhubungan anggota DPR dan masyarakat.
Hasil pemantauan IPC berhasil memicu parlemen untuk meningkatkan keterbukaan secara signifikan. Sebagai gambaran, pada tahun 2016, jumlah laporan singkat yang dipublikasikan oleh 11 Komisi hanya sebanyak 183. Pasca penyampaian hasil pemantauan dan advokasi, pada tahun 2017 publikasi laporan singkat 11 komisi meningkat menjadi 5.171. Sementara pada 2018 meningkat lagi menjadi 5.940. Jika dibandingkan sebelum adanya advokasi pada 2016, maka publikasi laporan singkat meningkat sebanyak 3.245 %.
